Archive for January, 2009

Taipei 101 and Taipei Zoo

Halo… halo… kemaren sabtu aku diajak anak Taiwan untuk jalan2 ke Taipei 101, gedung tertinggi di dunia saat ini (Burj al Arab di Dubai masih dalam tahap pembangunan). Gedung ini tingginya 509 meter. Namun pengunjung hanya bisa naik sampai ketinggian sekitar 390 meter saja. Untuk naik ke gedung ini, kami menggunakan lift tercepat di dunia saat ini yang berkecepatan 1010 meter per menit. Dari lantai 5 ke lantai 89 hanya ditempuh dalam waktu 37 detik. Pengaruh kecepatan dan ketinggian ini sangat terasa. Telinga ini merasakan tekanan udara yang cukup berat, sehingga kami harus menggerak-gerakkan kepala sedikit agar tubuh kami cepat beradaptasi dengan ketinggian yang berubah begitu cepat seiring kecepatan lift.

Taipei 101 memiliki wind damper system terbesar di dunia. Mengingat gedung ini sangat tinggi, hempasan angin di puncak gedung dapat membuat gedung bergoyang. Apalagi Taiwan termasuk negara dengan jumlah gempa terbanyak di dunia seperti Jepang, sehingga konstruksi yang smart sangat dibutuhkan untuk memastikan gedung ini tetap tegak berdiri. Wind damper itu sendiri berbentuk bola besar dengan diameter sekitar 5,5 meter, digantung di lantai 88. Jika gedung ini terhempas angin (Taiwan memiliki musim topan sekitar bulan Juli-September) atau terkena goncangan gempa, bola raksasa yang beratnya 730 ton akan meredam sekaligus menstabilkan gedung dari goyangan atau goncangan yang ada. Gedung ini adalah gedung tertinggi sekaligus termodern dilihat dari system arsitektur yang ada saat ini. Bentuknya menyerupai ruas-ruas bambu, tanaman khas negeri China.

Setelah puas dengan Taipei 101, perjalanan dilanjutkan ke Taipei Zoo, kebun binatang terbesar di Asia saat ini. Kebun binatang ini memiliki koleksi binatang yang sangat bagus, seperti kura-kura raksasa yang berumur ratusan tahun, koleksi Koala, Penguin, burung, reptil, beruang hitam dan coklat, Puma, Lynx (semacam kucing besar), dan juga Panda. Namun si Panda masih dalam karantina, baru sebulan didatangkan dari China. Padahal aku pengen banget lihat si Panda. Si Panda akan ditampilkan ke publik setelah tahun baru Imlek, alias setelah aku balik ke Indo. Hiks…. gagal deh lihat Panda. Berikut ini photo2 dari perjalanan kemaren. Enjoy…

taipei-023-e taipei-031-e1 taipei-035-e taipei-036-e taipei-051-e taipei-053-e taipei-067-e taipei-076-e taipei-079-e taipei-082-e taipei-084-e taipei-114-e taipei-128-e taipei-146-e taipei-176-e1

Comments (4) »

You are what you ride ???

Ada peribahasa “you are what you ride”. Artinya, (martabat) anda tercermin dari kendaraan apa yang anda gunakan. Peribahasa ini banyak dijadikan patokan bagi cewek2 matre kalau ada cowok lagi PDKT dengan dia. Begitu si cowok mengirim sinyal2 cinta, si cewek akan segera melakukan penilaian : dia ke rumah naik mobil atau motor. Kalau naik motor, langsung dicoret dari bursa calon pacar. Kalau naik mobil, dilihat lagi, mobilnya apa. Kalau Hijet, langsung dicoret. Kalau naiknya BMW or Mercy, langsung dikasih tanda “highly recommended”. hahahaha… Ga peduli juga itu mobilnya siapa.

Pernah seorang teman yang bekerja di Jakarta, dia PDKT dengan seorang cewek yang sudah bekerja juga. Si cowok ini naik motor Yamaha Scorpio. Sudah keren kan ? Itu motor cukup mahal lho harganya. Namun ketika dia menyatakan cintanya ke si cewek, dengan jujur si cewek berkata “aku mau jadi pacarmu, kalau kamu punya mobil”. Gubraaak…. akhirnya, mungkin karena saking cintanya, si teman cowok ini menjual motornya plus membongkar tabungannya, dan membeli mobil sedan Timor. Yaah… walaupun bekas, tapi cukup keren lah…. Akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih. Namun karena berat di ongkos, akhirnya si cowok tidak kuat untuk membiayai operasional mobilnya itu. Seiring deal penjualan mobilnya, berakhir pula status mereka sebagai sepasang kekasih. Hahahaha…. ini kejadian nyata lho, bukan rekayasa.

Peribahasa yang sama juga dipakai oleh petugas bank untuk menghadapi calon debitur yang mengajukan pinjaman kredit, atau salesman untuk melayani pembeli. Kalau anda datang dengan mobil mewah (entah itu nyewa atau minjem), anda akan dilayani bak raja. Tapi kalau anda datang dengan ala kadarnya (tidak perlente), dijamin anda akan diacuhkan, atau dilayani dengan asal2an. Orang2 itu akan melayani anda dengan baik, bukan karena mereka respek dengan anda, tapi karena mereka mengincar uang anda.

Tapi saya pikir2 lagi, engga selamanya peribahasa itu berlaku lho. Coba lihat si David Beckham. Mobil BMW yang dibelinya seharga kurang lebih seratus juta rupiah saat dia belum menjadi bintang, saat ini laku terjual lebih dari semilyar rupiah. Sekarang, mobil apa saja yang dia pakai, akan dihargai lebih tinggi dari harga aslinya, hanya karena pernah dipakai oleh David Beckham.

Semalam saya teringat kepada Bpk M.L. Utomo, dekan fak psikologi Unika Soegijapranata Semarang, tempat istri saya dulu kuliah. Beliau sangat bersahaja dengan hanya menggunakan Peugeot 504 tua berwarna putih. Saat saya mencoba mengingat2 beliau, saya jadi terkesan dengan mobil itu. Bagi saya, mobil itu sangat hebat, karena yang menaikinya adalah seorang yang menurut saya sangat hebat di bidangnya. Seorang pendidik yang begitu bersahaja, namun berwibawa. Padahal mobilnya sendiri kalau dijual, paling2 sekitar 6 jutaan saja, kalah mahal dibanding motor yang saya pakai malahan. Namun saya kok tidak memandang pak Utomo rendah karena memakai mobil tua nan murah.

Setelah merenung-renung, saya memperoleh kesimpulan, bahwa orang dinilai bukan dari apa yang dia naiki, apa yang dia pakai. Sampai level tertentu, memang orang akan menilai kita dari apa yang kita pakai. Namun setelah orang tahu kita lebih jauh, orang akan menilai kita dari seperti apa kita seutuhnya. Kulit di permukaan memang selalu tampak halus. Namun kalau kulit itu dibuka, dalamnya akan kelihatan, halus atau tidak. Permukaan air laut memang bergejolak. Namun kalau kita menyelam di dalamnya, tidak seperti yang tampak di permukaan. Kuburan memang tampak indah dan mewah di luar, tapi hanya ada bangkai di dalamnya.

So, saya belajar lagi satu hal : you are NOT what you ride. Kalau saya berusaha meyakinkan orang supaya orang respek terhadap saya dengan barang2 yang saya miliki, maka saya adalah orang yang tidak percaya diri. Namun sebaliknya, kalau saya menilai orang dari apa yang kelihatan di permukaan saja, maka saya adalah orang yang paling bodoh dan picik yang pernah ada.

Leave a comment »

Finally… Thank God !

January 16, 2009 …. akhirnya aku menerima ijazah tanda kelulusanku. S2 booo…. S2…. hahahaha…. siapa sangka, cowok kecil yang dulu engga punya kesempatan kuliah, sekarang sudah lulus S2 di bidang electronic engineering dari the best private university of Taiwan in engineering field. Wooow…. aku cuma bisa mengucap syukur pada Tuhan buat semuanya ini. IPK juga engga malu2in… lumayan lah…. 3,84 …. thanks God banget…. bukan mau nyombong sama sekali kawan…. tapi cuma mau mengungkapkan kegembiraanku aja, setelah sekian lama banting tulang, nahan kangen, nahan lapar juga (kadang kehabisan duit)… hahahaha…. akhirnya terbayar sudah semuanya itu.

Achievement ini kudedikasikan untuk keluarga besarku yang habis2an mensupport aku, baik dengan dana, doa, dan air mata… cieee…. serius man…. Untuk Ninik, Amanda, Kezia… papah love you so much… buat papi, mami, cicik, mas Andre, Yesaya, Yosua, papah solo, mamah solo, Hani, Tony…. terima kasih buat semuanya… juga buat teman2 Indo di Taiwan… terima kasih buat semuanya….

Satu hal yang bisa kutarik dari perjalanan hidup ini : jangan pernah berhenti bermimpi. Dulu aku cuma lulus STM, sempat ditolak calon mertua gara2nya engga kuliah, kerja sana sini di pabrik, jualan susu di simpang lima kalau hari minggu, sambil terus bermimpi : suatu saat aku akan merasakan apa yang namanya kuliah itu. Sempat ambil universitas terbuka (cuma bertahan 2 semester) di fakultas ekonomi, dengan alasan bayarnya murah. Toh akhirnya ga kuat bayar juga. Akhirnya Tuhan dengar doaku, aku diberinya kesempatan kuliah. Engga muluk2, kuliah malam hari, di universitas yang statusnya baru diakui (waktu itu), uang pangkalnya 1,8 juta dicicil 6 bulan. Bukan main senangnya aku, bisa merasakan kuliah. Subuh kulakan susu sapi, di anter2in ke rumah pelanggan (thx buat Ming Kui dan keluarga Maudy yang sudah jadi pelanggan susuku), agak siang langsung kerja di pabrik sampe sore, pulang kerja ke kampus buat kuliah. Kuliah di jurusan teknik informatika, engga punya komputer, nebeng2 temen yang punya komputer kalau ada tugas (thx to David K yang sering bantu, thx buat Dhani yang nyumbang CPU dan Lilis yang nyumbang monitor). Thx buat John (Yohanes Setiabudi) yang minjemin sepeda buat alat transport sehari2. Thx buat semuanya teman2. Akhirnya sekarang aku berkesempatan menyelesaikan S2.

Jangan pernah berhenti bermimpi ! Karena Tuhan memandang dari sorga, dan memberikan jawaban atas segala doamu. Semoga kebahagiaanku ini menjadi berkat buat kalian semua. God bless you all !

Bye-bye Taiwan…. I will always remember you….

Comments (3) »

Mata kanak2…

Berada di negara dengan akses internet begitu cepat, dan setiap hari berkutat di depan komputer, membuat gue selalu update dengan berita2 dari internet. Ga cuma berita2, tapi berhubung akses internetnya begitu cepat, kontent2 gambar dan video2 pun sering gue lihat. Dan gue menyimpulkan, manusia di zaman ini begitu jahatnya. Berbagai macam kejahatan yang begitu sadis, terpampang secara gamblang di internet. Mungkin dengan adanya internet, hal2 yang dulu tidak terekspos, jadi terekspos. Dan gue terkejut dengan realita kehidupan yang ada.

Manusia sudah melebihi binatang. Kalau binatang membunuh sesamanya untuk survive dan bertahan hidup, manusia lebih sadis lagi : untuk memuaskan gengsi dan egonya. Bahkan dalam beberapa kasus, untuk memuaskan kegilaannya. Orang tua dulu bilang, zaman ini adalah zaman edan (gila). Yen ora edan, ora keduman (kalau tidak ikut gila, engga bakal kebagian). Itu benar adanya. Namun pesan orang tua itu tidak berhenti sampai di situ. Ada kelanjutannya : neng wong sing tetep eling lan waspodo, bakal selamet (tapi orang yang tetap ingat dan waspada akan selamat).

Gue sangat tidak bisa menahan diri, kalau melihat/mendengar kasus2 kejahatan yang melibatkan anak kecil dan bayi. Orang2 dewasa, hanya demi memuaskan nafsu sexnya, akhirnya membunuh bayi yang baru lahir karena mereka tidak siap bertanggungjawab. Dengan cara2 yang tidak pernah terbayangkan sadisnya, bayi2 tak berdosa itu terpaksa harus mati. Apakah orang2 dewasa itu menyesal ? Kebanyakan tidak. Mereka mengulangi hal yang sama. Kalaupun mereka tidak membunuh bayi mungil itu, mereka tidak melindungi, menyayangi, dan membesarkan mereka dengan penuh kasih dan tanggungjawab. Hasilnya lebih parah lagi, anak2 itu akan tumbuh besar dengan luka hati yang begitu dalam. Dan akhirnya mereka akan melakukan kejahatan yang lebih sadis karena luka hati yang tak terobati itu.

Seorang bayi kecil seharusnya diselimuti kain supaya tidak kedinginan, berada di dekapan ibunya dan menyusui ASI yang memberi kehidupan, merasakan tatapan lembut ayah ibunya, dan merasa aman dekat dengan orang tuanya. Namun seringkali ada bayi yang bernasib malang. Ayah ibu yang seharusnya menjadi tempat perlindungannya, menjadi serigala yang mengerikan baginya.

Aku melihat di pom bensin Pandanaran Semarang, seorang bayi yang berusia sekitar 3 bulan, yang seharusnya digendong dengan lembut dan hati2 oleh ibu/ayahnya, bayi itu digendong kakaknya dengan berlari2 mengemis di jalan. Bayi yang seharusnya minum ASI itu, terpaksa minum air putih. Di mana orang tuanya ? Bayi yang seharusnya masih makan pisang lembut itu, terpaksa makan roti pemberian orang yang lewat.

Dunia ini begitu jahat terhadap bayi dan anak kecil. Anak2 perempuan dilecehkan oleh orang2 dewasa, sementara anak2 laki-laki dirusak oleh contoh2 buruk seperti merokok, berkelahi, memeras orang lain, dsb. Anak perempuan umur 9 tahun dinikahi orang dewasa, anak perempuan umur 12 tahun dinikahi tokoh agama, sementara yang lain dijual ibunya sendiri untuk membayar hutangnya yang cuma 5 juta (baca berita2nya di internet). Masa kanak2 yang seharusnya indah dan penuh warna terpaksa hilang tanpa ada yang peduli. Anak2 itu tidak mampu berteriak dan melepaskan diri. Generasi yang akan datang sangat terancam keberadaannya.

Seringkali gue melihat ke dalam mata seorang bayi atau anak kecil. Begitu polos, tanpa prasangka. Seakan-akan bagi mereka dunia ini begitu hangat, nyaman, dan welcome kepada mereka. Namun ternyata orang2 dewasa menipu mereka. Orang2 dewasa itu sedang bersiap2 menerkam mereka. Gue membayangkan, kalau mereka mati, lalu kembali menghadap Tuhan, apa yang akan dilaporkan mereka kepada Sang Pencipta ? Adakah mereka melaporkan bahwa ayah ibunya begitu sayang kepada mereka ? Adakah mereka melaporkan bahwa orang2 dewasa telah memberikan lingkungan yang baik kepada mereka ? Adakah mereka melaporkan bahwa mereka telah mendapatkan teladan dan contoh2 yang baik dari orang2 dewasa di sekelilingnya ?

Safe our children ! Love them !

Footnote:
Gue ingin menyampaikan rasa hormat gue kepada guru2 playgroup, TK, dan SD yang di tengah2 masalah mereka tentang keuangan dan berbagai macam kesulitan hidup, tetap mengajarkan kepada anak2 rasa saling mengasihi, saling menyayangi, saling membantu. Di tangan merekalah nasib generasi yang akan datang dipertaruhkan.

Leave a comment »

Waaah… apa kabar ?

Hari yang cerah, matahari bersinar terang. Tapi angin tetep aja dingin. Hahahaha…. banyak orang bermain-main menghangatkan diri di taman kampus, walaupun tetap memakai jaket. Maklum, kehangatan ini menjadi hal yang mahal di musim dingin. Hehehehe….

Masuk ke lab, sebuah roti sosis, 2 pisang, dan segelas susu apel menjadi menu breakfast… eh… lunch… eh… late lunch ding… hahahaha…. Buka komputer, cek email…. waaah…. ada email dari teman di US sana….

Apa kabar Stephen Sudirgo ? Lama tak jumpa. Terakhir kali bertemu dia saat pernikahannya di Kudus 3 tahun yang lalu kalau ga salah. Teman yang satu ini sungguh luar biasa. PhD di bidang elektronika. Dan sekarang kerja di Intel, perusahaan mikro prosesor terkenal itu. Ckckckckck….  salut brother !

Stephen ini temen remaja di GKI Peterongan Semarang dulu. Teman2 se-angkatan-nya Stephen ini pada jadi orang top semua. Robert, jadi exsekutif di Astra Jakarta, Agus, jadi pengusaha di Surabaya, Kristian, jadi tenaga ahli Freeport di Irian, Sari, jadi pendeta di GKI Coyudan Solo, Buyung, jadi PhD di bidang serangga di US sana, Yohanes Mada, dokter spesialis di Semarang, dan banyak lagi. Sementara, teman2 se-angkatan-ku, lumayan juga. Ada Yohanes, yang jadi artis di Jakarta, Dhani, manager di Motorola, Andi, pendeta Bethany di Purworejo, dsb. Belum lagi teman2 wanita yang jadi istri2 pengusaha dan eksekutif di Indonesia dan luar negeri. Wah…. ini semua berkat didikan dari pembimbing remaja tercinta : Ibu Oeke Wudijono.

Kapan yah, bisa kumpul2 lagi seperti masa remaja dulu ? Kayaknya sudah susah ya. Masing2 pada sibuk, belum lagi ngumpulin teman2 dari berbagai kota dan bangsa … hahahha…. Cuma bisa ngirim salam dan doa buat kalian semua… Merry Christmas 2008 and Happy New Year 2009. Wish all the best for you guys !! God bless you all !!

Comments (4) »

Bongkar jalan cuma 1 hari

Wah, pekerjaan di Taiwan ini dilakukan serba terencana, efektif, efisien, tepat waktu, dan sesuai planing. Bayangkan saja, untuk membongkar jalan di depan kampus sepanjang kurang lebih 600 meter (untuk dipasangi pipa dan bak kontrol air), pekerja2 Taiwan hanya membutuhkan waktu sekitar 1 hari saja. Bandingkan dengan di Indo. Hehehehe…. Hebatnya lagi, pekerjaan ini dilakukan pas hari libur, jadi pengguna jalan cuma sedikit yang terganggu.

Pekerjaan diawali dengan mesin pemotong aspal yang membuat garis sesuai dengan lebar pipa dan bak kontrol air yang akan dipasang. Di belakang mesin itu, ada excavator yang membongkar aspal yang telah diiris tadi. Di belakangnya lagi, ada excavator lainnya yang menggali tanah dari aspal yang sudah dibongkar oleh excavator pertama. Di sebelah kedua excavator tadi, 2 buah dump truck setia menemani, dan langsung pergi begitu baknya penuh dengan bongkaran aspal dan tanah yang digali. Truck yang satu pergi, truck yang lain datang. Di belakang kedua excavator, pekerja2 memasang pipa dan bak kontrol air pada tempatnya. Di belakang pekerja2 tersebut, sebuah truck molen memuat semen curah segera memuntahkan semen muatannya untuk menutup pipa yang sudah selesai dipasang. Di belakang truck molen, ada dump truck lain yang memuat aspal panas. Isi aspalnya dicurahkan ke atas semen yang sudah kering. Di belakangnya, ada mesin pengaspal yang langsung membuat aspal menjadi rata dan jalan menjadi mulus kembali.

Sampai jam 3 sore, 75% dari seluruh pekerjaan telah selesai. Bukan sekedar selesai pasang pipa doang, tapi selesai dibongkar jalannya, dipasang pipanya, dan diaspal kembali. Nah loo… keren kan. Hebatnya lagi, pekerjanya gua itung, ga lebih dari 20 orang tuh. Sebenarnya orang2 Indo juga bisa kok kerja se-efektif itu. Cuma… mau apa engga ? Ada uang lelahnya ga ? Ada sabetannya ga ? Ada duit tambahannya ga ? Berapa dulu tambahannya ? Kalau bisa dibuat lambat, kenapa musti cepat2 diselesaikan ? Masalah orang lain besoknya terganggu berhari-hari, masa bodoh…. waduuuh… celaka kalau mentalnya begini….

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.