Aku mengenal sebuah keluarga, ayah, ibu, dan 2 anak laki-lakinya yang berusia 10 dan 5 tahun. Si ayah lulusan sarjana, tapi kok hidupnya tidak mencerminkan kalau dia seorang sarjana yang berpendidikan tinggi. Si ibu lulusan SMU.
Entah bagaimana pasangan ini mengelola keuangan keluarga, sehingga membuat mereka terjerat hutang di sana sini. Keadaan tsb diperparah dengan sikap pasangan ini yang tidak mau bertanggungjawab dengan kewajibannya. Jika ada orang yang menagih hutang kepada mereka, mereka meresponsnya dengan sangat tidak simpatik. Akibatnya, banyak orang yang meminjami uang kepada mereka, dengan terpaksa merelakan uang mereka hilang…alias tidak dikembalikan…
Aku berpikir, pasangan ini sedang menggali kuburnya sendiri. Dengan hilangnya kepercayaan orang lain terhadap mereka (sekaligus mengutuki mereka), akan membuat mereka kesulitan saat betul-betul membutuhkan pertolongan. Dan benar saja dugaanku. Saat adik si ayah yang nomor 4 akan menikah, tidak ada orang yang mau menolong meminjami uang. Bukan karena orang2 tidak punya uang untuk dipinjamkan, tapi karena sudah tidak percaya lagi kepada pasangan ini. Saat anak-anak mereka menunggak uang sekolah, tidak ada lagi orang yang mau meminjami uang untuk membayar uang sekolah.
Sebenarnya pasangan ini tidak kurang-kurangnya bekerja keras. Si ibu menjadi kasir di sebuah restoran, sampai mengambil 2 shift kerja. Shift pagi dan shift malam. Sementara si ayah yang sarjana ekonomi itu, memilih untuk kerja serabutan. Kenapa si ayah tidak bekerja tetap saja ? Ternyata sudah tidak ada lagi yang mau mempekerjakan dia karena sikapnya yang cuek, malas, dan tidak mau repot.
Yang aku pikirkan adalah anak2 mereka. Anak2 itu tumbuh tanpa didikan yang baik. Mereka berteriak-teriak memaki orang lain, dicuekin saja oleh orang tuanya. Orang tuanya sudah terlalu pusing memikirkan kebutuhan hidup yang belum tercukupi. tetangga-tetangga awalnya prihatin dengan nasib anak2 ini. Mereka berusaha memberitahu anak2 tsb harus begini dan begitu. Tapi lama-lama orang2 itu malas memberi nasehat lagi kepada anak2 itu. Bukan karena anak2 itu tidak nurut saat dinasehati, tapi karena muak melihat tingkah laku orang tuanya.
Keluarga ini seperti bom waktu. Tinggal menunggu anak2 itu menjadi besar, dan kuat, dan menjadi remaja berandalan. Semua hanya karena lingkungan kehilangan kepercayaan terhadap orang tua mereka.
Nah, para orang tua… seperti saya juga… mari memperhatikan lebih serius lagi cara hidup kita. Hidup memang susah, tidak mudah. Biaya hidup sangat tinggi. Rezeki sangat susah didapat. Baik-baiklah menjalani hidup ini. Jaga kepercayaan orang lain. Jaga nama baik kita. Dengan demikian, kita membuka jalan yang baik bagi masa depan anak-anak kita. Miskin boleh saja…. kekurangan boleh saja…. tapi karakter yang baik harus dipertahankan…. nilai-nilai luhur harus dipegang teguh…. itu akan mengawal anak-anak kita menjalani hidupnya di kemudian hari….
Salam dari saya, yang juga sedang belajar membenahi diri terus menerus…. Tuhan memberkati….
